Postingan

TMT

I know I've been walking this way based on my will and choice but I keep looking elsewhere.  I often get hurt after coming in but I pretend working hard If I step backward, will somebody blame me for being irresponsible?  Honestly, this is my choice but I feel nervous about not being able to do it as I wish  why am I wandering even if I chose my path? I feel hopeless about my path so I'm scared again 

Semacam Rindu

 Aku tak tahu harus melabuhkan rinduku padamu dengan cara apa. Karena harusnya memang aku tidak boleh melakukannya. Aku memang salah ketika mencari dirimu sebagai pelabuhan rinduku. Namun pada siapa, karena memang kau yg membuat diriku dilema. Ternyata aku merindukanmu. Kapan kita bertemu?  Jika menulis adalah salah satu cara untuk mengukir keabadian, sepertinya aku telah salah mengukir rinduku padamu lewat tulisan. Harusnya aku tak boleh merindukanmu bukan?  Maafkan aku tidak mampu menanggung ini sendirian. Terakhir kali kita berbincang, kau katakan kita tidak boleh mengungkit permasalahan ini bukan? tapi semenjak hal itu kau katakan, aku semakin gila melupakan sikapmu yang selalu memberiku kehangatan. Aku merindukanmu. Semoga kita lekas bertemu.

I'm The Problem

November 2022.  Jadi ini rasanya berpengangan di motor seperti pasangan lainnya, ya memeluk pinggang tentunya. Seperti ini rasanya menggandeng tangan orang lain, tentu saja laki-laki yang bukan saudaraku. Begini rasanya melakukan night ride bersama orang tidak kamu duga akan bersama melakukannya.  Definisi one fine day or just a few fine hours. Aku merasakannya bersama dia. Terima kasih sudah memberiku pengalaman baru untuk merasakan skinship yang mana aku tidak berani sebelumnya, even just for holding hands together. Kamu akan menjadi bagian dari ceritaku kali ini.  Tapi maaf, perasaanku ternyata tidak berlangsung lama. Mungkin aku hanya terbawa suasana saat itu. Aku tau aku sangat mengecewakanmu, maaf.  Terima kasih sudah memberikan aku pengalaman yang dapat aku ceritakan karena kamulah yang berhasil menjadi laki-laki pertama yang menggenggam tanganku, meskipun hanya sebentar tapi akan membekas dengan baik.  Aku berharap kita tetap berhubungan baik. Aku tetap ...

high school crush?

 Hai. Jadi aku mau cerita sih disini.  Di SMA, aku punya satu sosok yang aku kagumi. Dia dari kelas dan bahkan jurusan yang berbeda. Kelas kita terjarak oleh lapangan. How do i know him?. Jadi ceritanya pas kelas 11, aku baru bergabung di sebuah organisasi sekolah, dan aku masuk di divisi yang sama dengan dia. Sejak itu lah jadi banyak kegiatan bareng, sering rapat, dan makin tau sifatnya dia walaupun gak sepenuhnya sih.  Selama masa kepengurusan, ada nilai lebih dari dia yang bikin aku kagum, aku suka bagaimana cara dia memimpin rapat, aku suka ketika dia lagi baca qur'an, aku suka ketika dia bisa santai tapi tetap bertangung jawab sama perannya, aku suka pas dia lagi main voli, aku suka ngeliat dia serius pas main catur, aku suka ketika dia berhasil mencetak gol ke gawang saat classmeeting. Aku selalu mengambil kesempatan untuk memandang dia setidaknya hanya ingin tahu apa yang sedang dia lakukan. Aku juga sering memotretnya dengan cara diam-diam tentunya. Bahkan ketika...
Aku pernah melihat sebuah kalimat, katanya ayahku bisa menjadi ayah yang baik tapi bukan suami yang baik. Entah apa aku setuju dengan kalimat tersebut.  Terkadang aku merasa ayahku pahlawanku. Setelah mamah meninggal, papa lah yang menjadi tumpuan. Di usia ku yang masih sekolah, tentu saja orang tua menjadi sosok yang dilibatkan oleh sekolah. Datang rapat, mengambilkan rapot, komite, dan masih banyak lagi kegiatan di sekolah yang melibatkan orang tua. Papa aku dengan berat hati sering mengambil cuti karena harus ke sekolah. Bahkan ketika mendaftar sekolah pun beliau selalu mendampingi. Datang menemani pendaftaran, hingga mengantar ke sekolah setiap pagi. Tentu saja aku merasa senang dan bangga. Tetapi dibalik semua itu, manusia pasti melakukan kesalahan dan memiliki kekurangan bukan?  ya, dibalik semua pengorbanan beliau tentu saja ada hal tidak ku sukai. Berhutang dan boros. Ketika sadar bahwa ekonomi kami tidak baik-baik saja, seharusnya kami berhemat. Tetapi hal itu tidak b...

aku yang dulu

Aku iri dengan orang lain, tetapi aku lebih iri dengan diriku yang dulu.  Aku yang dulu selalu tersenyum  Aku yang dulu selalu melakukan berbagai hal sendiri  Aku yang dulu memiliki banyak tujuan dan cita-cita  Aku yang dulu tidak pernah menangis  Aku yang dulu selalu berusaha untuk menjadi yang pertama  Aku yang dulu penuh dengan rasa ingin tahu  Aku yang dulu bisa tertawa lepas  Aku yang dulu memiliki keluarga utuh  Aku yang dulu selalu menjadi kebanggaan  Aku yang dulu selalu menjadi harapan  Aku yang dulu selalu mendapatkan apapun yang aku mau  Aku yang dulu hidup berkecukupan  Aku yang dulu memiliki teman dekat untuk bercerita  Aku yang dulu selalu merasa aman  kini hanya ada aku yang sering menangis dan merindukan aku yang dulu 
 Untuk Pite di usia 22 tahun  Halo? Apa kabar? Lagi ngalamin kesulitan apa hari ini?  Ini adalah diri kamu satu tahun yang lalu.  Aku ingin berpesan Terima kasih sudah bertahan sejauh ini  Selalu ingat untuk siapa kamu berusaha, dan bagaimana kamu memulai Jangan pernah kamu merasa sendiri karena pasti ada orang lain yang masih setia mendukungmu Jadi, kamu udah punya pacar belum? pasti belum ya..  Gapapa, hidup gak harus terus tentang pacar  Kamu masih punya sahabat yang bisa kamu ajak bicara about everything  Kalau misalnya kamu udah punya, selamat ya!  Semoga laki-laki itu merasa beruntung karena bisa dapatin kamu  Kamu adalah perempuan paling baik dari yang semua orang kira  Oh iya, gimana kuliah? capek jadi mahasiswa semester tua? Hang on ya, you're doing a good job. Sebentar lagi selesai kok.  Jangan pernah nyerah sama apa yang udah kamu mulai  Pite umur 22 masih suka bangun siang? sholat bolong-bolong?  Yakin gam...